Video Ancaman Barron Trump Diselidiki Secret Service, Iran Tawarkan Imbalan US$10 Juta untuk Pembunuhan

Video Ancaman Barron Trump Diselidiki Secret Service, Iran Tawarkan Imbalan US$10 Juta untuk Pembunuhan
Secret Service menyelidiki video ancaman terhadap Barron Trump yang disiarkan lembaga penyiaran milik negara Iran.

JAKARTA — US Secret Service, lembaga pengamanan setingkat Paspampres di Amerika Serikat, memastikan sedang menyelidiki materi video ancaman yang menargetkan Barron Trump. Juru bicara Secret Service Nate Herring membenarkan bahwa pihaknya mengetahui keberadaan video tersebut dan langsung menindaklanjutinya karena masuk kategori ancaman terhadap individu yang berada di bawah perlindungan lembaga.

"Karena alasan keamanan operasional, kami tidak membahas hal-hal yang berkaitan dengan intelijen perlindungan," ujar Herring, dikutip Rabu (26/8/2026).

Isi Video: Lokasi Persis dan Imbalan US$10 Juta

Video yang disiarkan pada akhir pekan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) itu tidak hanya berisi narasi ancaman. Sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan Barron Trump turut ditampilkan, dengan arahan yang mengarah pada upaya pembunuhan.

Di bagian akhir video, muncul indikasi jelas mengenai hadiah atau imbalan sebesar US$10 juta bagi pihak yang melakukan pembunuhan tersebut. IRIB sendiri merupakan lembaga penyiaran milik negara Iran yang pimpinannya ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran.

Seri Video Teror untuk Keluarga Trump

Seorang sumber penegak hukum federal mengatakan kepada CNN bahwa video ini merupakan bagian dari rangkaian konten yang dibuat Iran untuk menargetkan keluarga Trump. Beberapa video lain bahkan memuat informasi mengenai pergerakan serta saran teknis tentang cara membunuh anggota keluarga presiden.

Ancaman terhadap keluarga Trump dari Iran bukanlah hal baru. Ketegangan ini menguat sejak Trump memerintahkan serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada awal 2020. Peristiwa itu menjadi titik paling sensitif dalam hubungan Washington dan Teheran.

Pengakuan Terbuka Iran: Ingin Bunuh Presiden Trump

Wakil Direktur Secret Service Matt Quinn menegaskan bahwa ancaman ini bukan rahasia lagi di kalangan aparat keamanan AS. Ia menyebut Iran secara terbuka telah menyatakan keinginan mereka untuk membunuh Presiden Trump.

"Saya rasa bukan rahasia lagi, hal ini sudah diberitakan di media, bahwa Iran secara terbuka mengatakan mereka ingin membunuh Presiden Trump," kata Quinn kepada wartawan dalam sebuah acara pada bulan lalu.

Sumber penegak hukum menyebut aparat keamanan AS memberikan perhatian khusus terhadap ancaman yang berasal dari Iran maupun kelompok proksinya, terutama yang ditujukan langsung kepada Trump dan keluarganya. Penyelidikan atas video terbaru ini masih berlangsung, namun Secret Service enggan membagikan detail intelijen perlindungan ke publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index